Kisah nyata seorang yang
menjemput impian
Aku terlahir di Klaten, Aku hidup dikalangan yang kurang mampu..
tapi aku tetap tegar dan slalu berdoa..
waktu ku kecil kelas 4 SD setiap hari harus bekerja membuat genting,
menjemurnya, sampai tak kurasa tanganku terluka Aku tetap bekerja..
Dan akupun slalu menyiapkan masakan setelah seharian bekerja,
walaupun orang tua kandungku tidak menganggapku sebagai anak sendiri,
tapi aku tetap menganggapnya sebagai orang tuaku..
Dan tibalah sa’atnya ujian kenaikan kelas yang tepat pada esok hari,
tapi Aku harus menunggu Orang yang bekerja membakar genting..
menyiapkan makanan serta hidangan kecil.. Aku harus menunggu hingga
selesai,
sampai-sampai Aku tidak punya waktu untuk belajar..
padahal ke’esokan harinya Aku harus ikut ujian kenaikan kelas..
Aku slalu berdo’a dan terus berdo’a..
Ya tuhan berikanlah aku petunjukmu agar slalu menguatkan hambamu dengan kehidupan ini..
Setiap malam aku menangis didepan pohon tepat dibelakang perkarangan
rumah,
Aku berbicara pada pohon itu.. “pohon aku ingin mempunyai baju baru
sama seperti baju yang teman-teman gunakan, bukan baju yang usang seperti ini”
Waktu itu pada sa’at kenaikan kelas semua memakai baju baru.. akupun
iri melihatnya,
sama seperti malam-malam sebelumnya.. Aku slalu menangis sambil
melihat bulan..
“Bulan hanya kaulah teman dalam gelapku, apakah kau mendengarku, aku
iri dengan semua teman-temanku, mereka memiliki baju baru sedangkan aku harus
memakai baju yang mungkin sudah usang ini”
Dan dimalam selanjutnya, aku melihat awan dilangit membentuk angka “46”
dan ternyata Pada permainan judi togel keluar angka tersebut..
Aku penasaran, dan malam selanjutnya dilangit Awan membentuk angka “24”
dan ke’esokan harinya muncul angka tersebut, tapi aku tidak berani untuk ikut
berjudi tersebut..
Sampai sa’atnya Aku memberanikan diri untuk ikut menebak angka, mungkin
aku berdosa telah mengikuti permainan judi tesebut..
dan angka tersebut tepat, hingga akhirnya aku mendapatkan hadiah..
mungkin ini hadiah yang Tuhan berikan dengan jalan tersebut..
Hingga akhirnya Aku membelikannya dengan baju dan sepatu hingga tas
baru..
aku sangat senang, karna inilah yang aku inginkan.. Karna aku
penasaran,
akupun mencoba bermain lagi judi tersebut,
tapi tebakanku slalu tidak tepat.. Dan akupun mengakhiri permainan
judi itu..
tapi aku tetap mempunyai impian, Bahwa aku akan sukses dengan usaha
yang Halal..